Latest Entries »

Jember Fashion Carnaval (Di Jember)

Jember Fashion Carnaval (Indonesia: Karnaval Busana Jember) atau sering disebut JFC adalah sebuah even karnaval busana yang setiap tahun digelar di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Karnaval ini digagas oleh Dynand Fariz yang juga pendiri JFC Center.

Sebanyak 400 an peserta berkarnaval, berfashion run way dan dance, di jalan utama kota Jember disaksikan oleh ratusan ribu penonton di kanan dan kiri jalan. Mereka terbagi dalam 8 defile yang masing-masing defile mencerminkan tren busana pada tahun yang bersangkutan. Defile pertama adalah defile Archipelago yang mengangkat tema busana nasional dari daerah tertentu secara berkala seperti Jawa, Bali, Sumatera, dan seterusnya. Defile lainnya mengangkat tema fashion yang sedang trend apakah dari suatu negara, kelompok tertentu, film, kejadian atau peristiwa global lainnya. Semua busana dibuat dalam bentuk kostum yang kesemuanya dikompetisikan untuk meraih penghargaan-penghargaan. Arena yang digunakan untuk menggelar JFC adalah jalan utama Kota Jember sepanjang 3,6 kilometer.

Image

Image

Image

Image

Tanggulangin (Di Kabupaten Sidoarjo)

Image

Image

Tanggulangin merupakan kawasan Industri kecil yang memproduksi berbagai macam jenis tas, sepatu,  sandal, tas sekolah, dompet. jaket, Ikat pinggang, tas olah raga dll. Tempat ini setiap hari tak pernah sepi dari pengunjung, apalagi dihari libur atau hari-hari besar lainnya

Ketika memasuki area Industri kecil Tanggulangin, banyak ruko yang berbaris disisi kanan jalan maupun disisi kiri jalan yang menjual berbagai macam jenis produksi khas Tanggulangin dari tas sekolah sampai dengan tas olah raga dan banyak lagi produksi lain yang telah di hasilkannya.

Pada tahun 1976 sebuah komunitas yang terdiri dari  orang-orang kampung dan  perajin mendirikan  sebuah Koperasi Industri  bernama Koperasi Intako, yang awalnya hanya menjual produksi tas dan koper saja, setelah berjalanan seiring dengan waktu, Koperasi ini berkembang pesat yang sampai sekarang anggotanya sudah mencapai 320 orang perajin dengan keahliannya masing-masing.

Bagi  pengunjung yang ingin berbelanja dan menikmati suasana sekitar area kawasan industri Tanggulangin yang berlokasi di Desa Kendensari, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo silahkan datang  kesini, atau langsung  ke Jalan Utama No. 27 Koperasi Intako Tanggulangin Sidoarjo Jawa Timur,  Di tempat ini terdapat berbagai model tas wanita / pria, sepatu, sandal, tas sekolah, dompet jaket, tas olah raga, ikat pinggang dll, yang harganya bervariasi dari harga Rp. 50.000,- (Lima puluh ribu) sampai dengan Rp. 1.350.000,- (Satu juta tiga ratus lima puluh ribu rupiah).

Image

Pasar Atum (Di Kota Surabaya)

Pusat Perbelanjaan Pasar Atum Surabaya terletak dikawasan Surabaya Utara dengan luas tanah lebih dari 6 hektar. Lokasi yang dapat diakses dari empat arah jalan, yaitu: Jl. Bunguran, Waspada, Siaga dan Stasiun Kota menjadikan Pasar Atum sebuah pusat perbelanjaan yang strategis.

Pasar Atum merupakan pusat perbelanjaan dengan icon-iconnya yang khas menarik dimana para pengunjungnya tidak hanya datang untuk sekedar window shopping melainkan shopping buyer, dimana mereka datang untuk berbelanja. Tingkat kunjungan rata-rata setiap harinya adalah 20.000 sampai 30.000 orang per hari untuk weekday dan lebih dari 50.000 orang per hari untuk weekend. Hal yang menarik didalam berbelanja di Pasar Atum adalah seni tawar menawar antara pembeli dengan penjual pada saat transaksi karena mayoritas stand yang ada langsung dijaga oleh pemiliknya sendiri. Hal ini merupakan nilai tambah yang dimiliki Pasar Atom dibanding dengan pusat perbelanjaan lain di Surabaya.

Image

Image

Image

Wisata Belanja Tugu (Di Kota Malang)

Lokasi pasar Minggu Pagi dulunya berada di sebelahnya stadion Gajayana yang kemudian pada awal tahun 2008 dikarenakan akan dibangun MOG(Mall Olympic Garden) pemerintah setempat memindahkan lokasi ini ke lapangan Rampal di Jalan Panglima Sudirman yang berseberangan dengan Hotel Megawati dan Bale Barong Cafe.
Lokasi di lapangan Rampal yang dimiliki oleh militer dianggap kurang strategis, hingga Wisata Belanja Tugu direlokasi ke Jalan Simpang Balapan yaitu berada di sekitar bunderan depannya Ikan Bakar Cianjur (waktu itu IBC ini belum ada) dan English First (EF).
Namun beberapa bulan kemudian Pasar Minggu pagi ini kembali dipindah mendekati stadion Gajayana di mana tempat awal mula pasar pagi ini berasal. Tapi berada di badan Jalan Semeru sekaligus menutup jalan mulai dari perempatan Jalan Bromo hingga ke persimpangan Jalan Ijen. Badan jalan yang di depan De Liv digunakan untuk lahan parkir pengunjung pasar yang mulai beroperasi mulai pukul 6.00 WIB s/d 10.00 WIB .

Image

Image

Bagi Anda yang hobi memuaskan hasrat belanja, di sinilah tempat yang pas. Aneka keperluan sehari-hari hingga kuliner seperti lepat jagung, gethuk lidri, cenil, lupis, klepon, putu hingga kue modern seperti pizza, burger dan cokelat praline tersedia. Bila kudapan itu dirasa kurang nendang, ada berbagai pecel, sate, siomai, batagor, nasi rames, nasi uduk, kupang dan soto. Untuk pendampingnya, ada berbagai jus, es dan minuman hangat.
Busana seperti pakaian batik, kaos arema, pakaian untuk anak-anak, pakaian untuk perempuan, kaos dari bertemakan yogyakarta dan juga asesoris-asesoris seperti ikat pinggang, dompet, topi juga ada. Soal harga ? Hmm.. tak perlu ditanyakan lagi, karena sangat terjangkau dan bisa ditawar.
Selain itu juga ada pedagang yang menjual peralatan makan/dapur, perlengkapan tempat tidur, mainan anak, kerajinan, dan mata uang kuno untuk para kolektor atau mahar pernikahan. Wah.. rasanya hari Minggu pagi di kota Malang belum afdol kalau belum singgah ke Wisata Belanja Tugu!

Rujak Cingur Dungus Sidoarjo (Dari Kabupaten Sidoarjo)

Image

Rujak cingur adalah rujak yang terbuat dari beberapa buah, ditambah sayuran seperti cambah, dan kangkung, plus irung (hidung sapi). Sebenarnya makanan ini merupakan kuliner khas Jawa Timur yang bisa anda temukan di beberapa tempat di Jawa Timur, namun yang satu ini adalah yang terknal paling mantab, Rujak cingur Dungus Sidoarjo. Yang berbeda dari rujak lainnya adalah, bahwa sambal rujak cingur ini terbuat dari petis hitam yang merupakan olahan ikan atau udang. Jangan tertipu dengan penampilannya yang mungkin terlihat tak cantik. Rasakan dulu, baru putuskan komentar yang akan anda berikan.

Nasi Krawu (Dari Kota Gresik)

Image

Kota yang terkenal dengan pabrik Semen Gresik ini, memliki salah satu kuliner khas Jawa Timur, yaitu, Nasi Krawu. Ketika pertama kali mendengar, orang biasanya mengira bahwa nasi krawu adalah nasi dengan sayur dan kelapa parut. Tapi nyatanya bukan. Krawu adalah daging yang di potong halus dan dibumbui, kemudian digoreng agak kering. Dengan ditemani sambal trasi yang khas, anda akan selalu ingin tambah lagi. Jika ke Gresik, jangan lupa membeli kuliner khas Jawa Timur yang satu ini.

Bakso Malang (Dari Kota Malang)

ImageApa yang membuat bakso Malang beda dari bakso lainnya. Tentu saja ada, bakso Malang memiliki beragam isi yang bukan hanya gorengan. Seperti kuliner lain di kota Malang, misalnya keripik telo, ayam kampung goreng Koki Instan, keripik apel, mie setan, dll. Bakso malang adalah salah satu kuliner khas Jawa Timur yang wajib anda coba.

Desa Wisata Di Jawa Timur

View full article »

Kusuma Agrowisata (Di Kota Batu)

Image

Image

Kusuma Agrowisata berdiri pada 1991 dan merupakan salah satu pioneer Wisata Agro di Indonesia. Area wisata agro Kusuma terletak pada ketinggian ±1000 meter dari permukaan laut dan berudara sejuk. Para pengunjung dapat memetik sendiri buah-buah tersebut fresh langsung dari pohon sambil berkeliling ditemani oleh seorang pemandu, yang akan menjelaskan tentang budidaya tanaman dan hal-hal yang berkaitan tentang buah-buah tersebut.

Selain wisata petik, disana juga ditawarkan wisata outbound dimana para pengunjung dapat bermain War Game di arena airsoft gun, mengendarai ATV di mini off-road track atau bergelantungan dan meluncur dari menara Flying Fox.

Para pengunjung juga dapat berkunjung pada ‘specialty’ restaurant di tempat ini, Apple House dan Strawberry House dimana lokasi wisata agro Kusuma menyajikan menu-menu special yang menggunakan bahan buah apel atau strawberry.

Image

Agrowisata Tembakau (Di Kabupaten Jember)

Image

Image

Kabupaten Jember merupakan salah satu kabupaten penghasil tembakau terbesar di Jawa Timur. Dalam perkembangannya, kebun-kebun tembakau ini tidak hanya dijadikan sebagai tempat pembudidayaan tembakau tapi juga dijadikan sebagai objek wisata. Salah satu contoh agrowisata tembakau yang berkembang di Jember adalah Wisata Agro Tembakau Jember Besoeki Na Oogst. Daerah wisata ini berada di Desa Ajung, Kecamatan Jenggawah. Agrowisata milik PT. Perkebunan Nusantara IX ini dikembangkan pada lahan seluas 1000 Ha. Disini tembakau-tembakau yang dihasilkan tidak hanya digunakan untuk produksi lokal, namun juga sudah merajai ekspor internasional ke daerah Bremen, Jerman Barat. Daya tarik utama yang ditawarkan pada objek wisata ini adalah perkebunan tembakau, gudang pemeraman, sortir dan pengepakan serta proses pembuatan cerutu “hand made”, Indopura Cigar. Terdapat juga toko cerutu dan toko souvenir hasil kerajinan khas Jember.

Bagi Wisma Belanda kunjungan ke agrowisata tembakau merupakan nostalgia, karena orang Belanda yang mula-mula  memperkenalkan tanaman tembakau khususnya di Jember, sehingga Jember dikenal dengan sebutan Kota Tembakau. Produksi Tembakau Jember hingga saat ini merupakan pemasok pasar lelang tembakau di Jerman.

Kebun Teh Wonosari (Di Kabupaten Malang)

Image

Agrowisata Kebun Teh Wonosari ini berada sekitar 30 km di utara Kota Malang, di lereng Gunung Arjuno. Tepatnya di antara dua desa, yaitu Desa Toyomarto, Kecamatan Singosari dan Desa Wonorejo, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang. Dari Kota Malang dapat ditempuh sekitar 1,5 jam. Kebun Teh Wonosari merupakan kebun teh milik PTPN XII yang berada di ketinggian 950-1250 di atas permukaan laut dan temperatur berkisar 19-25 derajat Celcius. Hamparan kebun teh ini luasnya sekitar 1.144,31 hektar. Kebun Teh Wonosari pada awalnya adalah milik orang Belanda, setelah masa kemerdekaan di nasionalisasikan oleh pemerintah Indonesia.

Jalan menuju ke kebun teh ini agak sempit, menanjak dan berliku-liku melewati jalan pedesaan, tetapi bus besar bisa juga melintasinya. Sepanjang perjalanan pemandangannya sangat indah. Setelah sampai di pintu masuk kebun teh, para pengunjung akan disambut oleh hamparan kebun teh yang hijau. Di sini disediakan areal parkir yang cukup luas sehingga Anda bisa dengan leluasa memarkirkan kendaraan Anda.

Image

Saat berada di Kebun Teh Wonosari, banyak aktivitas menarik yang bisa dilakukan. Di sini, pengunjung bukan hanya menikmati keindahan kebun teh, tetapi juga mengambil obyek-obyek panorama yang indah dan sejuk. Jika merasa lelah, pengelola telah menyediakan beberapa jenis kendaraan yang bisa digunakan. Pohon teh di sini dipetik tiap hari oleh pekerja harian yang semuanya wanita. Panorama di kebun teh ini sangat indah, selain itu udaranya sangat sejuk menyegarkan. Jika cuaca mendukung, kebun teh ini sangat tepat bagi penyuka fotografi, karena di sini memiliki banyak spot yang bisa diabadikan. Bahkan di Kebun Teh Wonosari ini juga sering digunakan untuk pengambilan foto pre-wedding.

Selain wisata alam kebunnya, di tempat ini juga terdapat berbagai pilihan fasilitas dan aktivitas. Ragam rekreasi menarik di antaranya terdapat kolam air panas. Pengunjung bisa merasakan sensasi berendam di kolam air panas di tengah dinginnya udara pegunungan. Selain itu tersedia juga ragam wahana untuk anak-anak seperti taman bermain anak dan kolam renang. Di sini juga ada area untuk camping, sehingga kita bisa bermalam dalam tenda dalam suasana alam yang sejuk. Bahkan disediakan juga sebuah kebun binatang mini. Di perkebunan ini juga sudah dilengkapi dengan arena olahraga seperti sepeda gunung, lapangan sepakbola, tenis dan bola volley.

Setelah puas berada di kebun teh, pengunjung bisa juga melihat proses pembuatan teh dengan merk Rolas. Hasil produksi teh di sini telah diekspor ke berbagai negara seperti Amerika, Eropa dan Timur Tengah. Di lokasi ini tidak hanya kebun teh yang dikembangkan, namun ada juga kebun kopi dan kakao dengan kualitas yang sangat tinggi.

Ekowisata Mangrove (Di Kota Surabaya)

Ternyata apabila hutan bakau atau yang dikenal dengan hutan mangrove bisa dikelola dengan baik, bisa menjadi objek wisata menarik untuk keluarga. Selain murah meriah, juga dapat mengajarkan kepada anak-anak mengenai betapa pentingnya ekosistem hutan bakau untuk menopang kehidupan manusia. Salah satunya di Surabaya, tepatnya daerah Wonorejo, Surabaya Timur, terdapat Ekowisata Mangrove yang rencananya akan dikembangkan menjadi objek ekowisata andalan di ibukota Provinsi Jawa Timur.

Fasilitas yang terdapat di Ekowisata Mangrove Wonorejo Surabaya ternyata sudah cukup lengkap. Tempat parkir yang luas untuk mobil dan sepeda motor, warung makan, hingga penjual makanan kecil dan toilet umum. Di sini ada dua pilihan untuk Anda menikmati pemandangan alam hutan mangrove yang gratis dan berbayar. Jika Anda memilih yang tidak berbayar atau gratis, Anda bisa melalui jalan setapak sejauh sekitar 500 meter menyusuri pinggiran sungai. Dari tempat ini, Anda bisa menikmati hijaunya hutan mangrove, bisa dengan berjalan kaki atau menggunakan sepeda. Banyak juga yang menggunakan tempat ini sebagai tempat untuk pengambilan foto pre-wedding, mancing atau sekedar duduk santai bersama kelaurga atau teman. Sayangnya di jalan setapak yang terbuat dari kayu ulin dan batang-batang pohon bakau banyak coretan dari tangan-tangan orang yang tidak bertanggung jawab.

Image

Pilihan menikmati keindahan hutan mangrove lainnya yaitu dengan menyewa perahu seharga Rp 25.000,-/orang. Terdapat dermaga kecil di pintu masuk objek wisata yang letaknya di pinggiran sungai. Perjalanan dengan menggunakan perahu memakan waktu sekitar 30 menit dari dermaga hingga muara sungai, hutan bakau yang masih alami dengan berbagai macam hewan yang hidup di dalamnya menjadi pemandangan sepanjang perjalanan.

Tiba di pondok bambu yang sengaja dibangun untuk tempat peristirahatan bagi pengunjung dan sebagai salah satu spot andalan ekowisata hutan mangrove ini. Ada dua pondok yang dibangun dengan jarak yang berdekatan. Satu diantaranya dibangun 2 tingkat sehingga dari lantai bagian atas, kita dapat melihat pemandangan hutan bakau secara keseluruhan dan laut lepas. Sebelum menuju ke kedua pondok tersebut, Anda harus melalui jalan setapak yang terbuat dari anyaman bambu atau yang sering disebut bedeg. Teduh dan hijau dengan hembusan angin laut membuat panas terik matahari tidak terasa saat melalui jalan yang menyerupai terowongan bakau ini.

Berwisata murah sambil belajar untuk menghargai lingkungan menjadi salah satu pilihan rekreasi bersama keluarga di Surabaya. Di tengah banyaknya mall, apartemen, dan perumahan yang dibangun, ternyata masih ada sisa hutan alami yang sangat penting untuk menjaga keseimbangan ekosistem.

Wisata Bahari (Di Kabupaten Lamongan)

Wisata Bahari Lamongan (biasa disingkat WBL) terletak di pesisir utara Pantai Jawa, tepatnya di Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Tempat rekreasi dengan luas areal sekitar 11 hektar ini telah berdiri sejak tahun 2004 sebagai hasil pengembangan tempat wisata sebelumnya, yakni Pantai Tanjung Kodok. Konsep yang di desain di WBL adalah ekowisata bahari, dengan konsep one stop service mulai jam 08.30 – 16.30 WIB. Wisata Bahari Lamongan ini juga terhubung dengan wisata Pantai Tanjung Kodok dan Goa Maharani.

Image

Image

Fasilitas yang disediakan di Wisata Bahari Lamongan diantaranya Pasar Hidangan, Pasar Wisata, Pasar Buah dan Ikan serta fasilitas umum lainnya seperti Mushollah, Klinik, ATM, Tempat Menyusui Ibu & Bayi, Toilet, Tempat Parkir, dan masih banyak lagi. WBL adalah salah satu tempat destinasi yang cocok bagi Anda yang ingin rekreasi bersama keluarga, kerabat, maupun orang spesial saat bersantai maupun berlibur melepas kepenatan setelah bekerja.

Image

Taman Nasional Meru Betiri (Di Kabupaten Jember Dan Kabupaten Banyuwangi)

Image

Taman Nasional Meru Betiri (TNMB) terletak di pantai selatan Jawa Timur, yang secara administratif termasuk dalam dua kabupaten yakni Jember seluas 37.585 ha dan Banyuwangi seluas 20.415 ha. Taman Nasional Meru Betiri yang namanya diambil dari nama sebuah gunung yang ada di dalamnya (Gunung atau meru Betiri), secara umum memiliki kondisi topografi yang bergelombang, berbukit dan bergunung-gunung dengan variasi mulai dari dataran pantai sampai dengan ketinggian 1.223 meter di atas permukaan air laut. Sedangkan berdasarkan survey dari John Seidenticker dkk pada tahun 1976, di dalam kawasan TNMB ini sedikitnya terdapat tiga jenis tanah yaitu aluvial, regosol, dan latosol.

Kondisi topografis yang bervariasi tersebut menjadikan kawasan Taman nasional ini memiliki formasi vegetasi yang cukup lengkap. Bahkan, dari sebelas tipe vegetasi yang ada di Pulau Jawa, lima diantaranya terdapat di kawasan Meru Betiri. Kelima tipe vegetasi itu adalah vegetasi pantai, payau, rawa, hutan hujan tropika dataran rendah, dan rheofit. Kelima vegetasi yang ada di TNMB tersebut sampai saat ini kondisinya relatif masih lengkap dan asli, sehingga memungkinkan beraneka ragam jenis fauna hidup dan berkembang di dalamnya. Menurut laporan Primate (2002), di taman nasional ini memiliki 217 jenis satwa yang terdiri dari 25 jenis mamalia (18 jenis diantaranya dilindungi undang-undang), 184 jenis burung (64 dilindungi), dan 8 repilia yang enam jenis diantaranya dilindungi undang-undang.

Image

Jenis-jenis satwa yang hidup di TNMB diantaranya adalah: banteng (Bos javanicus), babi hutan (Sus sp.), kijang (Muntiacus muntjak), kancil (Tragulus javanicus), landang (Histryx javanica), linsang (Prionodon linsang), musang luwak (Paradoxurus sp.), macan tutul (Panthera pardus melas), lutung budeng (Trachypithecus auratus), monyet ekor panjang (Macaca fascicularis), kukang (Nycticebus coucang), ajag (Cuon alpinus javanicus), kucing hutan (Prionailurus bengalensis javanensis), rusa (Cervus timorensis russa), bajing terbang ekor merah (Iomys horsfieldii), merak (Pavo muticus), pecuk ular (Anhinga melanogaster), kuntul (Egretta garzetta), kuntul kerbau (Bulbucus ibis), kuntul karang (Egretta sacra), bangau hitam (Ciconia episcopus), bangau tong-tong (Leptoptilos javanicus), roko-roko (Plegadis falcinellus), trulek (Hiamantopus linnaeus), blekek (Limnodromus sempalmatus), trinil pantai (Tringa hypoleucos), cekakak (Todirhamphus (Halcyon) chloris), ayam-ayaman/truwok (Gallicres cinerea), dara laut jambul besar (Sterna bergii), cangak merah (Ardea purpurea), julang (Ryticeros undulatus), kangkareng (Anthracoceros convexus), elang jawa (Spizaetus bartelsi), elang ular-bido (Spilornis cheela), elang laut perut putih (Haliaeetus Ieucogaster), elang hitam (Ictinaetus melayensis), elang bondol (Haliastur indus), elang brontok (Spizaetus cirrhatus), elang kelabu (Butastur indicus), sikep-madu Asia (Pernis ptiiorynchus), kukuk beluk (Strix Ieptogrammica), dan lain sebagainya.

Sebagai catatan, TNMB juga diyakini sebagai habitat terakhir harimau loreng jawa (Panthera tigris sondaica), salah satu satwa liar paling dilindungi karena terancam punah. Namun, hingga saat ini satwa langka tersebut tidak pernah dapat ditemukan lagi sehingga beberapa pakar memperkirakan macan jawa telah punah.

Image

sukamade2

Sukamade-beach1

Taman Nasional Baluran (Di Kabupaten Situbondo)

welcome-to-baluran

Baluran-National-Park-East-Java-Indonesia-1

Image

Inilah hamparan savana terluas di Pulau Jawa, membuat Anda yang berkunjung ke sini serasa berada di Afrika. Di Baluran Anda akan disajikan sungguhan alam menakjubkan ketika ratusan rusa berlarian menuju kubangan air, merak jantan melebarkan ekornya untuk menarik perhatian sang betina, puluhan kerbau yang besar sangat, belasan elang mencari makan, lutung dan makaka. Belum lagi pepohonan khas Baluran yang mirip pohon pinang dan berbuah sekali seumur hidup sebanyak 1 ton untuk kemudian mati. Pohon Pilang yang berbatang putih dan rimbun, bila Anda mengamatinya secara seksama maka mirip pohon di film “Avatar” serta pohon bekol yang rindang mirip beringin penuh dengan nuansa magis.

Kawasan Taman Nasional Baluran terletak di Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo, Provinsi Jawa Timur. Batas wilayah sebelah utara adalah Selat Madura, sebelah timur Selat Bali, sebelah selatan Sungai Bajulmati, dan sebelah barat Sungai Klokoran. Temperatur udaranya 27°- 34° C, curah hujan 900 – 1.600 mm/tahun, ketinggian tempat 0 – 1.247 mdpl, letak geografis 7°29’ – 7°55’ LS, 114°17’ – 114°28’ BT, serta luasnya mencapai 25.000 ha. Di tengah kawasan ini terdapat Gunung Baluran yang sudah tidak aktif lagi.

ImageImage

Taman Nasional Baluran merupakan perwakilan ekosistem hutan yang spesifik kering di Pulau Jawa, terdiri dari tipe vegetasi savana, hutan mangrove, hutan musim, hutan pantai, hutan pegunungan bawah, hutan rawa dan hutan yang selalu hijau sepanjang tahun. Sekitar 40 % tipe vegetasi savana mendominasi kawasan Taman Nasional Baluran. Tanahnya yang berwarna hitam dari jenis tanah aluvial dan vulkanik yang meliputi luas kira-kira setengah dari luas daratan rendah, ditumbuhi rumput savana. Daerah ini merupakan daerah yang sangat subur, kaya keanekaragaman makanan bagi jenis satwa pemakan rumput.

Bila Anda datang saat musim penghujan maka tumbuhan dan air sangat berlimpah-ruah, sehingga para penghuni taman seperti Banteng dan Kerbau Liar memilih masuk ke pedalaman taman dari pada bertatap muka dengan para pengunjung. Tetapi beberapa kelompok rusa, merak, ayam hutan dan beburungan lainnya bisa dinikmati.

Tumbuhan yang ada di taman nasional ini sebanyak 444 jenis, diantaranya terdapat tumbuhan asli yang khas dan menarik yaitu widoro bukol (Ziziphus rotundifolia), mimba (Azadirachta indica), dan pilang (Acacia leucophloea). Widoro bukol, mimba, dan pilang merupakan tumbuhan yang mampu beradaptasi dalam kondisi yang sangat kering masih kelihatan hijau walaupun tumbuhan lainnya sudah layu dan mengering. Tumbuhan yang lain seperti kemiri (Aleurites moluccana), gebang(Corypha utan), api-api (Avicennia sp), asam (Tamarindus indica), gadung(Dioscorea hispida), kendal (Cordia obliqua), manting (Syzygium polyanthum), dan kepuh (Sterculia foetida).

Terdapat 26 jenis mamalia di antaranya banteng (Bos javanicus javanicus), kerbau liar (Bubalus bubalis), ajag (Cuon alpinus javanicus), kijang (Muntiacus muntjak muntjak), rusa (Cervus timorensis rusa), macan tutul (Panthera pardus melas), kancil(Tragulus javanicus pelandoc), dan kucing bakau (Prionailurus viverrinus). Satwa banteng merupakan maskot khas dari Taman Nasional Baluran. Selain itu, terdapat sekitar 155 jenis burung di antaranya termasuk yang langka seperti layang-layang api(Hirundo rustica), ayam hutan merah (Gallus gallus), kangkareng (Anthracoceros convecus), rangkong (Buceros rhinoceros), tuwuk atau tuwur asia (Eudynamys scolopacea), burung merak (Pavo muticus), dan bangau tong-tong (Leptoptilos javanicus). Terdapat 155 jenis burung langka antara lain Walet ekor jarum (Hirundapus caudutus), Banteng (Bos javanicus), Ajag (Cuon alpinus), Kijang (Muntiacus muntjak), Burung merak (Pavo muticus), Ayam hutan (Gallus sp.), Macan tutul (Felis pardus), Kucing bakau (Felis viverrina) dan lain-lain.

Image

Taman Nasional Alas Purwo (Di Kabupaten Banyuwangi)

Image

Kawasan Alas Purwo, sebelum ditetapkan sebagai taman nasional, semula berstatus Suaka Margasatwa Banyuwangi Selatan berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Jenderal Hindia Belanda Nomor 6 stbl 456 tanggal 01 September 1939 dengan luas areal 62.000 ha. Kemudian, diubah menjadi Taman Nasional Alas Purwo.dengan luas 43.420 ha melalui Surat Keputusan Menteri Kehutanan pada tahun 1992

Taman Nasional Alas Purwo, sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumberdaya Alam Hayati dan Ekosistemnya mempunyai tiga fungsi pokok, yaitu

1. Perlindungan proses ekologis sistem penyangga kehidupan.

2. Pengawetan keanekaragaman tumbuhan dan satwa beserta ekosistemnya.

3. Pemanfaatan secara lestari sumberdaya alam hayati dan ekosistemnya dalam bentuk penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, penunjang budidaya, dan pariwisata alam

Taman Nasional Alas Purwo merupakan kawasan hutan yang mempunyai berbagai macam tipe ekosistem yang tergolong utuh di Pulau Jawa. Ekosistem yang dimiliki mulai dari pantai (hutan pantai) sampai hutan hujan  dataran rendah, hutan mangrove, hutan bambu, savana dan hutan tanaman.

Image

Keanekaragaman jenis flora darat di kawasan Taman Nasional Alas Purwo termasuk tinggi. Diketahui lebih dari 700 jenis tumbuhan mulai dari tingkat tumbuhan bawah sampai tumbuhan tingkat pohon dari berbagai tipe/formasi vegetasi.  Tumbuhan khas dan endemik pada taman nasional ini yaitu sawo kecik (Manilkara kauki). Selain itu tumbuhan yang sering dijumpai yaitu ketapang (Terminalia catapa), nyamplung (Calophyllum inophyllum), kepuh (Sterculia foetida), keben (Barringtonia asiatica), dan 10 jenis bambu.

Disamping kaya akan jenis-jenis flora, Taman Nasional Alas Purwo juga kaya akan jenis-jenis fauna daratan, baik kelas mamalia, aves dan herpetofauna (reptil dan amfibi). Ditemukan 50 jenis mamalia di Taman Nasional Alas Purwo. Beberapa jenis mamalia yang dijumpai di kawasan TNAP yaitu banteng (Bos javanicus), rusa (Cervus timorensis), ajag (Cuon alpinus), babi hutan (Sus scrofa), kijang (Muntiacus muntjak), macan tutul (Panthera pardus), lutung (Tracypithecus auratus), monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) jelarang (Ratufa bicolor), rase (Vivericula indica), linsang (Prionodon linsang), luwak (Paradoxurus hermaprhoditus), garangan (Herpestes javanicus) dan kucing hutan (Felis bengalensis).

Untuk aves ditemukan 302 jenis burung. Beberapa jenis burung yang mudah dilihat diantaranya Elang laut perut putih (Haliaeetus leucogaster), Elang ular bido (Spilornis cheela), ayam hutan hijau (Galus varius), ayam hutan merah (Gallus gallus),kuntul kecil (Egreta garzeta), mentok rimba (Cairina scutulata), rangkong badak (Buceros rhinoceros), merak hijau (Pavo muticus), dara laut jambul (Sterna bergii) dan cekakak jawa (Halcyon cyanoventris).

Herpetofauna terdiri dari kelas amfibi dan reptil. Sampai saat ini tercatat ditemukan 63 jenis herpetofauna yang terdiri 15 jenis amfibi dan 48 jenis reptil. Diantara jenis yang ditemukan terdapat 6 jenis reptil yang dilindungi yaitu penyu lekang/ abu-abu (Lepidochelys olivacea), penyu hijau (Chelonia mydas), penyu sisik (Eretmochelys imbricata), penyu belimbing (Dermochelys coriacea), biawak abu-abu (Varanus nebulosus) dan ular sanca bodo (Python molurus).

Image

Terdapat banyak lokasi obyek dan daya tarik wisata di dalam taman nasional, diantaranya beberapa pantai yang unik dan potensial seperti ombak yang cocok untuk olah raga surfing, pantai tempat peneluran penyu, pantai yang berpasir putih, terumbu karang serta laguna yang dipenuhi burung migran pada musim-musim tertentu.

Plengkung yang berada di bagian selatan Taman Nasional Alas Purwo telah dikenal oleh para perselancar tingkat dunia dengan sebutan G-Land. Sebutan G-land dapat diartikan, karena letak olahraga selancar air tersebut berada di Teluk Grajagan yang menyerupai huruf G. Ataupun letak Plengkung berada tidak jauh dari hamparan hutan hujan tropis yang terlihat selalu hijau (green-land). Plengkung termasuk empat lokasi terbaik di dunia untuk kegiatan berselancar dan dapat disejajarkan dengan lokasi surfing di Hawai, Australia, dan Afrika Selatan.

Masyarakat sekitar taman nasional sarat dan kental dengan warna budaya “Blambangan”. Mereka sangat percaya bahwa Taman Nasional Alas Purwo merupakan tempat pemberhentian terakhir rakyat Majapahit yang menghindar dari serbuan kerajaan Mataram, dan meyakini bahwa di hutan taman nasional masih tersimpan Keris Pusaka Sumelang Gandring. Oleh karena itu, tidaklah aneh apabila banyak orang-orang yang melakukan semedhi maupun mengadakan upacara religius di Goa Padepokan dan Goa Istana. Di sekitar pintu masuk taman nasional (Rowobendo) terdapat peninggalan sejarah berupa “Pura Agung” yang menjadi tempat upacara umat Hindu yaitu Pagerwesi. Upacara tersebut diadakan setiap jangka waktu 210 hari.

Taman Nasional Bromo Tengger Semeru

Taman Nasional Bromo Tengger Semeru adalah taman nasional di Jawa Timur, Indonesia, yang terletak di wilayah administratif Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Malang, Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Probolinggo. Taman ini ditetapkan sejak tahun 1982 dengan luas wilayahnya sekitar 50.276,3 ha. Taman nasional ini adalah salah satu tujuan wisata utama di Jawa Timur. Dengan adanya penerbangan langsung Malang-Jakarta dan Malang-Denpasar diharapkan jumlah kunjungan wisatawan asing maupun domestik akan semakin meningkat. Selain Gunung Bromo yang merupakan daya tarik utama,Gunung Semeru yang merupakan gunung tertinggi di Pulau Jawa menjadi daya tarik tersendiri bagi para pendaki. Meski demikian untuk sampai ke puncak Semeru tidaklah semudah mendaki Gunung Bromo dan para pendaki diharuskan mendapat izin dari kantor pengelola taman nasional yang berada di Malang.

Penggemar hiking disarankan untuk mengambil rute dari Malang karena bisa menikmati keindahan lautan pasir lebih panjang. Start point dapat dimulai dari Ngadas yang merupakan desa terakhir yang berada di dalam kawasan taman nasional serta tempat untuk melengkapi perbekalan terutama persediaan air karena setelah ini tidak akan dijumpai sumber air.

Taman Nasional Bromo Tengger Semeru memiliki tipe ekosistem sub-montana, montana dan sub-alphin dengan pohon-pohon yang besar dan berusia ratusan tahun antara lain cemara gunung, jamuju, edelweis, berbagai jenis anggrek dan rumput langka.

Image

Satwa langka dan dilindungi yang terdapat di taman nasional ini antara lain luwak (Paradoxurus hermaphroditus), rusa (Rusa timorensis ), kera ekor panjang (Macaca fascicularis), kijang (Muntiacus muntjak), ayam hutan merah (Gallus gallus), macan tutul (Panthera pardus melas), ajag (Cuon alpinus javanicus); dan berbagai jenis burung seperti alap-alap burung (Accipiter virgatus), rangkong (Buceros rhinoceros silvestris), elang ular bido (Spilornis cheela bido), srigunting hitam (Dicrurus macrocercus), elang bondol (Haliastur indus), dan belibis yang hidup di Ranu Pani, Ranu Regulo, dan Ranu Kumbolo.

Image

Kasembon Rafting (Di Kabupaten malang)

Kasembon rafting Malang adalah salah satu wahana petualangan yang ada di Malang, tepatnya di desa Bayem, Kasembon Malang. Kasembon Rafting hadir untuk memberikan sesuatu yang berbeda untuk Anda. Disini Anda tidak hanya menikmati aktivitas arung jeram / rafting, tetapi juga banyak service lain dari kami khusus bagi Anda yang ingin merasakan liburan adventure dan ingin mengadakan kegiatan outbound training bagi perusahaan Anda.

Image

Image

Paket Layanan Rafting di Kasembon adalah :
1.Kasembon Rafting (@145.000/orang)/weekday
2. Kasembon rafting (@165.000/orang)weekend dan libur nasional
3. Night Rafting (@199.000/orang)
4. Adventure Trip (@199.000/orang)
5. Kediri Rafting (@199.000/orang)
6. Natural Package (Rafting+menginap) (@225.000/orang, Include sarapan dan makan siang)

Di Kasembon Rafting Malang juga terdapat fasilitas lain, diantaranya :
– Flying Fox (@25.000/orang)
– Penginapan rumah bamboo (@75.000/orang)
– Toko Souvenir yang menarik (T-Sirt, Celana, dll)

Untuk melengkapi perjalanan wisata adrenalin Anda, Anda dapet mengunjungi juga wisata rafting di Rafting Songa, dan bahkan Rafting Pacet.

Image

WISATA PARALAYANG (DI GUNUNG BANYAK BATU, PUJON KABUPATEN MALANG)

Kota Wisata Batu yang identik dengan buah apelnya kini tidak hanya menawarkan keindahan dan kemewahan alamnya saja namun di Kota Batu juga menyediakan bagi Anda paraglider yakni pecinta olahraga paralayang. Pusat Paralayang ini berada pada Gunung Banyak daerah Pujon Batu Malang.  Kegiatan Olahraga Paralayang adalah merupakan olahraga yang menguji adrenalin yang sama halnya dengan Rafting Songa, Rafting Kasembon dan bahkan Rafting Pacet. Namun meski dibutuhkan keberanian kegiatan ini sangat menyenangkan sekali dan dijamin bikin Anda yang sudah pernah mencoba menjadi ketagihan.

Kawasan Gunung Banyak sebenarnya sudah cukup lama dikenal sebagai kawasan yang indah untuk olahraga dirgantara ini. Namun, secara resmi penggunaan kawasan tersebut sebagai kawasan paralayang pada 20 juni 2000 lalu. Saat itulah kawasan Gunung Banyak ini diresmikan menjadi wahana wisata dirgantara. Peresmiannya bertepatan dengan pelaksanaan PON VI Jatim ditandai dengan pembuatan prasasti yang ditandatangani Ketua Umum Federasi Aero Sport Indonesia Marsekal TNI Hanafi Asnan. Kawasan ini sengaja dipilih karena cocok sebagai pusat olahraga.

Image

Image

PT. INKA (Di Kota Madiun)

Image

Image

Kereta menjadi alat tranportasi utama di Pulau Jawa, sekaligus pilihan favorit para traveler. Kalau mau tahu, dimana semua kereta itu dibuat, datang saja ke pabrik kereta di Kota Madiun, Jawa Timur. Pabrik kereta api di Indonesia adalah PT Industri Kereta Api Nasional (PT INKA). Pabrik kereta ini bukan destinasi wisata umum, namun orang-orang bisa berkunjung untuk mendapatkan banyak pengetahuan dan informasi tentang sejarah dan perkembangan dunia kereta hingga sekarang.

Ada 2 cara yang digunakan dalam pembuatan kereta api yang dilakukan oleh PT INKA, yaitu dengan cara mendaur ulang gerbong kereta bekas dan membuat gerbong kereta baru dari bahan baku yang sudah disiapkan.

Proses pembuatan 1 rangkaian gerbong ini memakan waktu yang cukup panjang. Dalam proyeknya, INKA saat itu gencar memproduksi Kereta Rel Diesel (KRD) dan Kereta Rel Listrik (KRL) untuk dikirim ke berbagai daerah salah satunya Kota Jakarta yang ada di Indonesia.

INKA sudah berdiri sejak tahun 1981. Ada 820 tenaga kerja yang sudah lihai merangkai desain lokomotif dan gerbong kereta untuk penumpang dan barang.

Setelah jadi beberapa unit, INKA menguji coba kereta seberapa kuat kereta ini berjalan dan layak untuk ditumpangi. Jenis kereta yang sudah diproduksi antara lain kereta penumpang kelas Eksekutif, Bisnis, Ekonomi, KRD, KRL, Kereta Barang, dan sebagainya. Tentunya berbeda pula tingkat kenyamanan yang mereka desain.

Image

Di lahan INKA juga terdapat monumen kereta yang melambangkan sejarah berdirinya INKA dan Kereta. Namun jika wisatawan ingin lebih tahu banyak tentang sejarah perkeretaapian sebaiknya Anda berkunjung ke Museum Kereta di Ambarawa, Jawa Tengah.

Kebun Raya Purwodadi (Di Pasuruan)

Kebun Raya Purwodadi adalah sebuah kebun penelitian besar yang terletak di Purwodadi, Pasuruan, Jawa Timur, Indonesia. Luasnya mencapai 85 hektar dan memiliki sekitar 10.000 jenis koleksi pohon dan tumbuhan. Kebun raya Purwodadi didirikan pada tanggal 30 Januari 1941 oleh Dr. Lourens Gerhard Marinus Baas Becking atas prakarsa Dr. Dirk Fok van Slooten pada tanggal 30 Januari 1941 sebagai pemekaran dari Stasiun Percobaan ‘s Lands Plantentuin Buitenzorg atau Kebun Raya Bogor. Kebun ini merupakan salah satu dari tiga cabang Kebun Raya Indonesia (Kebun Raya Bogor) yang masing-masing memiliki tugas dan fungsi spesifik. Kedua cabang lainnya adalah Kebun Raya Cibodas dan Kebun Raya Eka Karya Bali. Pengelolaan seluruh Kebun Raya ini berada di bawah tanggung jawab Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia.

Image

Image

Mula-mula kebun ini dipergunakan untuk kegiatan penelitian tanaman perkebunan. Kemudian pada tahun 1954 mulai diterapkan dasar-dasar perkebunrayaan yaitu dengan dimulainya pembuatan petak-petak tanaman koleksi. Sejak tahun 1980 sebagian tanaman ditata kembali menurut kelompok suku yang menganut klasifikasi sistem Engler dan Pranti. Dalam perkembangannya diharapkan Cabang Balai Kebun Raya Purwodadi akan menjadi pusat konservasi dan penelitihan tumbuhan iklim kering di daerah tropis.

Selain sebagai pusat konservasi dan penelitian tumbuhan, kini Kebun Raya Purwodadi menjadi salah satu objek wisata di Jawa Timur. Untuk mengelilingi kebun raya ini wisatawan dapat melewati jalan setapak, dengan sepeda sewaan, atau jalan aspal dengan naik mobil pribadi. Bila penat berjalan kaki, wisatawan dapat meneruskan dengan naik kereta kancil mirip kereta api mini. Berjalan ke arah timur harus berhati hati karena jalannya menurun tajam. Memang di luar sebelah timur wilayah Kebon Raya Purwodadi terdapat tempat wisata lain yang juga menarik yaitu Coban Baung, air terjun yang cukup tinggi dan memiliki hawa segar di sekitarnya.

Museum Trinil (Di Ngawi)

Situs Museum Trinil dalam penelitian merupakan salah satu tempat hunian kehidupan purba pada zaman Pleistosen Tengah, kurang lebih 1,5 juta tahun yang lalu. Situs Trinil ini amat penting sebab di situs ini selain ditemukan data manusia purba juga menyimpan bukti konkrit tentang lingkungannya, baik flora maupun faunanya.

Museum Trinil terletak di Jalan Raya Solo – Surabaya, Pedukuhan Pilang, Desa Kawu, Kecamatan Kedunggalar, kurang lebih 13 kilometer arah barat pusat kota Ngawi, dan untuk mencapai lokasi ini dapat ditempuh dengan semua jenis kendaraan. Pintu gerbang museum yang sangat sederhana terlihat setelah masuk ke dalam 1 km dari jalan raya utama, kemudian Anda melapor ke pos penjaga untuk membayar tiket masuk. Memang luar biasa murah kalau boleh dikatakan, bayangkan untuk melihat peradaban jutaan tahun yang lalu hanya dikenakan biaya masuk seribu rupiah per orang.

Image

Masuk ke dalam museum maka Anda akan berjumpa ruangan yang dipenuhi dengan tulang-tulang manusia purba. Diantaranya adalah : fosil tengkorak manusia purba ( Phitecantropus Erectus Cranium Karang Tengah Ngawi ), fosil tengkorak manusia purba (Pithecantropus Erectus Cranium Trinil Area), fosil tulng rahang bawah macan (Felis Tigris Mandi Bula Trinil Area), fosil gigi geraham atas gajah (Stegodon Trigonocephalus Upper Molar Trinil Area), fosil tulang paha manusia purba (Phitecantropus Erectus Femur Trinil Area), fosil tanduk kerbau (Bubalus Palaeokerabau Horn Trinil Area), fosil tanduk banteng (Bibos Palaeosondaicus Horn Trinil Area) dan fosil gading gajah purba (Stegodon Trigonocephalus Ivory Trinil Area).

Image

Image

Disamping itu masih ada beberapa fosil tengkorak : Australopithecus Afrinacus Cranium Taung Bostwana Afrika SelatanHomo Neanderthalensis Cranium Neander Dusseldorf Jerman dan Homo Sapiens Cranium. Selain fosil-fosil tengkorak yang tersebut hal yang menarik lainnya adalah, adanya sebuah tugu tempat penemuan manusia purba. Dulu tak banyak orang tahu akan makna tugu itu, bahkan kemungkinan besar bisa rusak kalau tidak dipelihara oleh sukarelawan.

Tugu Pahlawan Dan Museum 10 November (Di Kota Surabaya)

Image

Tugu Pahlawan terletak di Jalan Tembaan. Tugu pahlawan ini dibangun untuk menghormati parjurit Surabaya yang tewas selama pertempuran besar melawan tentara sekutu yang dilumpuhkan oleh NICA, dan yang ingin menduduki Surabaya pada 10 November 1945. Tugu pahlawan ini terletak di depan kantor Gubenur Provinsi Jawa Timur.

Image

Image

Tugu pahlawan dibangun dalam bentuk “paku terbalik dengan ketinggian 40,45 meter dengan diameter 3,10 meter dan di bagian bawah diameter 1,30 meter. Di bawah monumen dihiasi dengan ukiran “Trisula” bergambar,’ “Cakra”, ‘”Stamba” dan’ “Padma” sebagai simbol api perjuangan. Di dalam tugu ini, terdapat Museum 10 November. Museum Sepuluh Nopember dibangun untuk memperjelas keberadaan Tugu Pahlawan tersebut dan sebagai penyimpan bukti-bukti sejarah dari peristiwa sejarah 10 November 1945.

Candi Jawi (Di Kabupaten Pasuruan)

Image

Image

Candi Jawi berada di Desa Candi Wates, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan,Jawa Timur dan berada di kaki Gunung Welirang. Candi Jawi disebut di Negarakertagama dengan nama Jajawi dan bisa dikatakan kalau nama Candi Jawi hampir tidak pernah berubah. Mempunyai alas berukuran 14,24 m x 9,55 m dan memiliki tinggi 24,50 m. Candi Jawi berdiri diatas teras tinggi yang dikelilingi oleh parit. Berbeda dengan Candi Sanggrahan, teras tinggi di Candi Jawi ini walaupun sama – sama terbuat dari batu bata namun polos tanpa hiasan apapun.

Candi Jawi berada di lereng Gunung Welirang, namun pintu masuknya menghadap ke timur membelakangi Gunung Penanggungan. Beberapa ahli menganggap hal ini karena dipengaruhi unsur agama Buddha mengingat Candi Jawi bercorak Syiwa – Buddha. Sedangkan beberapa ahli  lainnya berpendapat bahwa Candi Jawi bukan merupakan tempat pemujaan kepada Dewa karena membelakangi gunung.

Candi Jawi ini merupakan candi yang unik karena menggunakan dua macam batu yang berbeda. Hal ini dikarenakan Candi Jawi dibangun pada masa dua kerajaan yang berbeda, Kerajaan Singosari dan Kerajaan Majapahit.

Image

Pada masa pemerintahan Raja Kertanegara dari Kerajaan Singosari, Candi Jawi dibuat menggunakan batu andesit yang memang banyak terdapat di Gunung Welirang. Hal ini masih dapat dilihat pada bagian kaki candi. Pada tahun 1253 Saka atau 1331 masehi, Candi Jawi tersambar petir dan setahun kemudian Raja Hayam Wuruk membangunnya kembali.

Pada saat pembangunan kembali inilah batu putih digunakan. Batu putih tersebut diduga didatangkan dari pesisir utara Pulau Jawa dan dari Pulau Madura. Batu putih digunakan untuk membangun kembali badan candi. Sedangkan pada bagian atap candi menggunakan batu andesit dan batu putih. Masih pada zaman Majapahit, pada sekeliling Candi Jawi juga dibangun parit serta pagar tembok keliling candi dari bahan batu bata.

Pada bagian dinding tubuh candi terdapat relung – relung berbentuk persegi dengan hiasan kalamakara kecil pada bagian atasnya. Sayangnya, relung – relung ini kosong karena kesemua arcanya telah dipindah ke museum dan Hotel Tugu Park, Malang.

Candi Jawi memiliki relief yang unik. Tidak seperti kebanyak candi lainnya yang reliefnya menceritakan suatu kisah, relief di Candi Jawi malah menggambarkan keadaan sekitar candi (seperti Candi Jawi beserta ketiga candi perwaranya) dan ada juga relief cerita tentang pendeta wanita. Relief – relief yang dipahatkan di kaki candi ini sangat tipis dan sangat sulit dibaca, bahkan para ahli sejarah kurang tahu cerita yang terkandung dalam relief – relief tersebut.